Jagung adalah tanaman semusim yang satu siklus hidupnya selesai antara 80 hingga 150 hari. Separuh pertama dari siklus adalah tahap pertumbuhan vegetative, kemudian paruh kedua adalah tahap pertumbuhan generatif. Tinggi tanaman jagung juga bervariasi. Walaupun tanaman jagung pada umumnya memiliki ketinggian antara 1m sampai 3m, ada juga varietas yang bisa mencapai tinggi 6m.
Secara umum, tinggi tanaman jagung biasa diukur dari permukaan tanah sampai ruas teratas sebelum bunga jantan. Walaupun beberapa varietas bisa menghasilkan anakan seperti padi, tetapi umumnya jagung tidak punya kemampuan ini.selain itu, akar jagung juga tergolong sebagai serabut yang bisa mencapai kedalaman 8m walaupun sebagaian besar ada kisaran 2m.untuk melakukan budidaya jagung, ada beberapa langkah yang harus dipahami. berikut :
1.Pilihlah bibit jagung yang berkualitas unggul
Hal yang paling penting sebelum memulai menanam jagung adalah memilih bibitnya. Kamu harus pastikan bibit jagung yang kamu pilih memiliki kualitas unggul atau merek terkenal yang bisa didapatkan di kios pertanian. Namun demikian, kalau kamu memilih bibit dari tanaman jagung, maka bibit itu diambil dari batang jagung yang memang berkualitas, besar, sehat serta bebas dari hama dan penyakit.
Kamu harus menyeleksi benih jagung penuh teliti agar hasilnya optimal. Pilihlah benih jagung hibrida, lalu sesuaikan dengan musimnya. Selain itu, lakukan perlakuan benih dengan insektisida marshal dan fungisida dimetomorf seperti renon, acrobat, dan sirkus. Itu berguna untuk mencegah penyakit bulai serta hama ulat tanah atau semut.
Selain itu, kamu juga bisa memilih tongkol maupun buah jagung yang masih terbungkus rapat apabila hendak menggunakan bibit buatan sendiri. Dari buah jagung tersebut, sebaiknya kamu mengambil biji di bagian tengahnya untuk dijadikan bibit.
2. Siapkan tanah yang gembur sebagai media tanam
Kemudian, tanah tersebut diratakan atau dihaluskan kembali dengan garu. Selanjutnya, buatlah parit atau bedengan dengan baik sehingga tanaman jagung mendapatkan air yang cukup saat hujan. Namun, kamu tidak perlu melakukan pembedengan apabila melakukan penanaman saat musim kemarau.
Selain itu, pilihlah tanah yang minimal bisa menerima sinar matahari langsung selama 6 jam atau lebih. Kamu juga perlu memilih tanah yang kaya bahan organik. Kamu dapat menambahkan kompos ke area tanah sebelum ditanami jagung.
Kemudian, sebelum menanam jagung di lahan yang kamu sediakan, sebaiknya berikan kapur atau lakukanlah pengapuran guna menurunkan tingkat keasaman tanah. Kamu juga harus memastikan tanah memiliki tingkat keasaman antara 5,5 dan 7,0
3. Cara Menanam Bibit Jagung
Pertama-tama,buatlah lubang sedalam 5 cm dan berikan jarak sekitar 25 cm, barulah taburkan benih jagung. Di setiap lubang dapat dimasukkan 2-3 biji jagung. Apabila jenis jagung besar yang ditanam serta tidak diselingi tanaman lain, maka berikan jarak sekitar 90 x 60 cm.Akan tetapi, apabila jenis jagungnya kecil dan kamu tidak menanam tanaman lain di sekitarnya, maka gunakan jarak tanam sekitar 80 x 40 cm. Jangan lupa, benih jagung yang sudah dimasukkan lubang harus ditimbun tipis-tipis dengan bokashi, lalu lakukan pengairan apabila memasuki musim kemarau.
Apabila jagung digunakan sebagai tanaman penyelang seperti ditanam diantara tanaman lain, misalnya kacang, sayur-mayur dan cabai, maka sebaiknya jarak tanam antara batang jagung sekitar 200 x 80 cm. Selain itu, akan lebih baik apabila tanaman dibuat agak jarang, sehingga tidak mengganggu tanaman lain untuk memperoleh sinar matahari.
Kemudian, pastikan kamu meluangkan waktu untuk menyirami bedengan hingga bagian atas tanah lembab, lantas lanjutkan menyiram seperlunya. Hal itu bertujuan agar tanah tidak mengering selama periode perkecambahan. Sebagai informasi, jagung biasanya berkecambah dalam kurun waktu 7 sampai 14 hari.
Apabila tinggi tanaman jagung sudah mencapai 30-40 cm, kamu harus membersihkan tanah dari rumput liar atau gulma. Setelah itu, kamu dapat memberikan pupuk secukupnya agar pertumbuhannya lebih cepat.
4. Waktu Penyiraman Jagung yang Tepat
Agar jagung tetap terawat, kamu harus rutin menyirami jagungsebanyak dua sampai tiga kali seminggu atau saat 3 cm bagian atas tanah mulai mengering. Kemudian, berikan jagung dengan air hingga membasahi kira-kira 5 cm permukaan tanahnya tiap minggu. Namun demikian, hindarilah menyirami di atas tunas. Sebab, hal ini bisa mengakibatkan masalah jamur. Siramlah tanaman di dekat permukaan tanah sehingga daun-daun tetap kering.
5. Berikan Pupuk Tambahan
Langkah pertama, berikan 120 gram pupuk pada setiap 1,5 meter persegi bedengan ketika batang jagung tumbuh memiliki 8 daun. Kemudian, taburkan pupuk di sekitar tanaman dan sirami bedengan agar meresap ke dalam tanah.
Sebagai informasi, pemupukan pertama dilakukan saat tanaman jagung berumur 15 hst. Adapun komposisi pupuk adalah ZA 280kg/ha + SP 100kg/ha + furadan 12kg/ha. Kemudian, pemupukan kedua dilakukan saat umur 35 hst dengan komposisi pupuk ZA 350kg/ha + Phonska 200kg/ha. Kemudian, pemupukan ketiga (pemupukan penutup) dilakukan di umur 50 hst dengan komposisi pupuk uera 350kg/ha + phonska 180kg/ha.Agar dapat membudidayakan jagung dengan baik, Grameds juga bisa membaca bagaimana cara menanam serta merawatnya melalui buku Panduan Lengkap dan Praktis Budidaya Jagung Manis Yang Paling Menguntungkan.
Cara Menanam Jagung: Langkah Perawatan Hingga Panen Jagung (gramedia.com)
https://bdp-smkn4-klaten.blogspot.com
https://karangmojokarangpakel.blogspot.com/
https://stiasyh14.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar